<a href=http://zawa.blogsome.com>Zawa Clocks</a>

Sabtu, 12 April 2014

Kisah Sufi "Tiga Nasihat"

Suatu ketika ada seseorang menangkap seekor burung. Burung itu berkata kepadanya, "Aku tak berguna bagimu sebagai tawanan. Lepaskan saja aku, dan kau akan kuberi tiga nasihat berharga."
Burung itu berjanji akan memberikan nasihat pertama ketika masih berada dalam genggaman orang itu, nasihat kedua akan diberikannya ketika ia sudah berada di dahan pohon, dan nasihat ketiga kalau ia sudah mencapai puncak bukit.

Senin, 07 April 2014

Kisah Zuhud Salman Al Farisi

Kisah bermula:

Sewaktu menggali parit, Salman radhiyallahu ‘anhu tidak ketinggalan bekerja bersama Kaum Muslimin yang sibuk menggali tanah. Juga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ikut membawa tembilang dan membelah batu. Kebetulan di tempat penggalian Salman radhiyallahu ‘anhu bersama kawan-kawannya, tembilang mereka terbentur pada sebuah batu besar.

Salman radhiyallahu ‘anhu seorang yang berperawakan kukuh dan bertenaga besar. Sekali ayun dari lengannya yang kuat akan dapat membelah batu dan memecahnya menjadi pecahan-pecahan kecil. Tetapi menghadapi batu besar ini ia tak berdaya, sedang bantuan dari teman-temannya hanya menghasilkan kegagalan belaka.

Kisah Cinta Salman Al-Farisi

Sebuah kisah cinta menarik tercatat dalam sejarah hidup seorang shahabat Rasulullah, Salman Al-Farisi. Ia merupakan seorang mantan budak dari Isfahan Persia. Kisah cinta Salman terjadi saat ia tinggal di Madinah setelah menjadi muslim dan menjadi salah satu sahabat dekat Rasulullah.

Pada suatu waktu, Salman berkeinginan untuk menggenapkan dien dengan menikah. Selama ini, ia juga diam-diam menyukai seorang wanita salehah dari kalangan Anshar. Namun ia tak berani melamarnya. Sebagai seorang imigran, ia merasa asing dengan tempat tinggalnya, Madinah.

Belajar Dari Taubat Abu Nawas 2

Taubat! Kembali ke jalan yang benar, menyesali dengan kesungguhan hati akan segenap dosa-dosa yang pernah ia perbuat, dan juga mengharap sangat akan kemurahan hati Allah untuk bisa mengampuni dosa-dosanya itu. Dan memang seperti itulah, dalam taubat ada suatu pengharapan besar akan kewelas-asihan Allah untuk bisa menerima taubatnya dan untuk bisa memberi maaf terhadap dosa-dosanya. Kepada siapa lagi sang pendosa mengharap pemberian ampun terhadap dosa-dosanya selain kepada Allah, Sang Maha Pengampun. Kepada siapa lagi sang durjana itu mengharap belas kasih untuk menghapuskan dosa-dosanya kecuali kepada Allah, Sang Maha Pengasih?

Belajar Dari Taubat Abu Nawas 1

Dalam Eknsiklopedi Mini Sejarah dan Kebudayaan Islam diterangkan bahwa Abu Nawas sebenarnya lebih dikenal sebagai sastrawan kondang, yang nafas-nafas kehidupannya ia habiskan di Istana Harun Al-Rasyid dengan segala kemewahannya. Dalam blantika sastra nusantara, ia tampil sebagai sosok yang jenaka, cerdas dan kaya dengan humor-humornya yang segar.

Kisah Nenek Pemungut Daun

Dahulu di sebuah kota di Madura, ada seorang nenek tua penjual bunga cempaka. Ia menjual bunganya di pasar, setelah berjalan kaki cukup jauh. Usai jualan, ia pergi ke masjid Agung di kota itu. Ia berwudhu, masuk masjid, dan melakukan salat Zhuhur. Setelah membaca wirid sekedarnya, ia keluar masjid dan membungkuk-bungkuk di halaman masjid. Ia mengumpulkan dedaunan yang berceceran di halaman masjid. Selembar demi selembar dikaisnya. Tidak satu lembar pun ia lewatkan.

Peti Kuno Nuri Bey

Nuri Bey adalah seorang Albania yang suka tepekur dan disegani, yang beristrikan wanita jauh lebih muda dari dirinya.
Suatu malam, ketika ia pulang lebih awal dan biasanya seorang pelayan yang setia menghadapnya dan berkata, “Istri Tuan berkelakuan mencurigakan. Ia berada di kamarnya dengan sebuah peti besar, cukup besar untuk menyimpan orang; peti itu dulu milik kakek Tuan. Mestinya peti itu hanya berisi beberapa sulaman kuno.

Lapor Tuhan

Laporan adalah informasi, laporan bisa disampaikan secara tertulis maupun lisan. Pada instansi resmi biasanya laporan disampaikan secara tertulis bahkan seringkali harus dipresentasikan atau diexpose. Laporan biasanya juga diminta secara periodik seperti harian, mingguan, bulanan atau tahunan. Laporan ini dibutuhkan untuk mengevaluasi kinerja suatu kegiatan atau aktivitas terhadap objek tertentu. begitulah defenisi singkat saya tentang laporan.

Memandang Tuhan Dalam Segelas Kopi

Pencarian yang paling serius manusia sepanjang sejarah adalah pencarian Tuhan atau mencari eksistensi Tuhan yang bisa benar-benar dikenal sehingga akan bisa disembah dan dicintai dengan benar. Konsep Tuhan pada semua agama adalah sama, bahwa Dia adalah pencipta seluruh alam, mengatur segalanya dan Dia ada Pemilik Kekuatan Maha Dahsyat, kekuatan super diluar kemampuan manusia. Seluruh manusia tanpa kecuali menyadari ada sesuatu diluar dirinya yang mempunyai kekuatan luar biasa, kekuatan itu kemudian disebut Tuhan.

Dosa Yang Lebih Besar Dari Zina

Dalam sebuah mejelisnya bersama Abu Dzar, Rasulullah pernah memberi nasehat berikut : “Wahai Abu Dzar, hindari dari perlakuan ghibah (menggunjing) karena dosanya lebih berat dari pada zina”.
“Ya Rasulullah apa itu ghibah?”
“Ghibah yaitu menyebut-nyebut saudaramu dengan yang tidak disukai.”
“Ya Rasulullah walaupun sesuatu itu ada pada dirinya”
“Ya apabila kau sebut-sebut aibnya, maka kau telah menggunjingnya; namun bila kau sebut aib yang tidak ada pada dirinya maka kau telah memfitnahnya.”

Hikmah Dibalik Celaan

Di dalam Kasyf Al-Mahjub sebuah kitab Tasawuf klasik karya Abul Hasan Ali bin Ali Al-Ghaznawi Al-Jullubi Al-Hujwiri atau dikenal dengan Al-Hujwiri, diceritakan bahwa suatu hari Syaikh Abu Thahir Harami terlihat di pasar, menunggang seekor keledai dan diikuti oleh salah seorang seorang muridnya. Seseorang berteriak, “Ini dia si tua penganut aliran berfikir bebas!”. Sang murid yang merasa jengkel dengan ejekan terhadap Gurunya kemudian menyerang orang yang berteriak itu, berusaha memukulnya, dan seisi pasar menjadi gaduh.

Kisah Imam Al-Ghazali Berguru Kepada Tukang Sol Sepatu

Suatu malam disaat orang sedang terlelap, Syekh Abdul Wahab Rokan yang saat itu masih muda dan sedang berguru kepada Syekh Sulaiman Zuhdi di Jabbal Qubis Makkah sedang membersihkan kamar mandi Gurunya menggunakan kedua tangannya tanpa merasa jijik dan melakukan dengan penuh ikhlas. Di saat Beliau melakukan tersebut, tiba-tiba Guru Syekh Sulaiman Zuhdi lewat dan berkata, “Kelak tanganmu akan di cium raja-raja dunia”. Ucapan Gurunya itu dikemudian hari terbukti dengan banyak raja yang menjadi murid Beliau dan mencium tangan Beliau salah satunya adalah Sultan Musa al-Muazzamsyah, Raja di Kerajaan Langkat, Sumatera Utara.

Pengorbanan Ali bin Abi Thalib untuk Tamu

Dikisahkan bahwasanya di antara kebiasaan Hasan bin Ali bin Abi Thalib di Madinah adalah membuka lebar pintu rumahnya layaknya dapur umum. Seperti dapur umum, pagi, siang, malam rumah itu menghidangkan makanan untuk semua orang yang berdatangan.
Di zaman itu di Madinah belum ada tempat penginapan atau hotel. Tiap hari, Hasan menyembelih onta kecil untuk dihidangkan ke para peziarah Madinah atau orang-orang miskin pada umumnya.

Bijaksana...

Bagi pendosa yang jahat, aku mungkin terlihat jahat. Tetapi bagi yang baik, betapa luhurnya aku. (Mirza Khan, Anshari)
Meskipun Ibnu Arabi dicintai oleh semua Sufi, mempunyai banyak pengikut pribadi dan menjalankan fungsi teladan kehidupan, tidak diragukan ia merupakan suatu ancaman bagi kalangan formalis. Seperti al-Ghazali, kekuatan intelektualnya lebih unggul dari semua orang sezamannya yang lebih konvensional (di bidang pemikiran).

Kopi Kehidupan

Suatu hari, sebuah kelompok alumni universitas yang terdiri dari para sarjana sukses, berkumpul bersama untuk mengadakan acara reuni dengan mantan profesor mereka. Acara yang diadakan di kediaman sang profesor tersebut dihiasi hiruk pikuk dan canda tawa hingga tanpa mereka sadari pembicaraan berubah menjadi ajang curhat berisi keluh-kesah, stres dan kerasnya kehidupan.

Untuk menghangatkan suasana, sang profesor pergi ke dapur untuk meracik kopi. Sekembalinya dari dapur, ia membawa sebuah teko besar dan berbagai macam cangkir yang terbuat dari keramik, plastik, kaca, kristal dan beberapa cangkir murahan. Ia mempersilakan tamu-tamu beliau untuk menghidangkannya sendiri.

Pemuda Harus Seperti Rajawali

Sang Murid:

Guru, aku terjepit dengan berbagai masalah dan kesulitan hidup, Aku bingung, harus lari kemana?

Sang Guru:

Kisah Salman al-Farisi Mencari Kebenaran

Salman al-Farisi pada awal hidupnya adalah seorang bangsawan dari Persia yang menganut agama Majusi. Namun dia tidak merasa nyaman dengan agamanya. Pergolakan batin itulah yang mendorongnya untuk mencari agama yang dapat menentramkan hatinya.
Kisah Salman diceritakan langsung kepada seorang sahabat dan keluarga dekat Nabi Muhammad bernama Abdullah bin Abbas:
Salman dilahirkan dengan nama Persia, Rouzbeh, di kota Kazerun, Fars, Iran. Ayahnya adalah seorang Dihqan (kepala) desa. Dia adalah orang terkaya di sana dan memiliki rumah terbesar.
Ayahnya menyayangi dia, melebihi siapa pun. Seiring waktu berlalu, cintanya kepada Salman semakin kuat dan membuatnya semakin takut kehilangan Salman. Ayahnya pun menjaga dia di rumah, seperti penjara.
Ayah Salman memiliki sebuah kebun yang luas, yang menghasilkan pasokan hasil panen berlimpah. Suatu ketika ayahnya meminta dia mengerjakan sejumlah tugas di tanahnya. Tugas dari ayahnya itulah yang menjadi awal pencarian kebenaran.

Alam Semesta Adalah Guru Yang Bijak

Tidak jelas siapa Hasan di dalam cerita ini, jika dia adalah Hasan dari Basrah, maka dia adalah Hasan al-Bashri, seorang guru sufi besar yang sangat dikenal para sufi. Terlepas dari siapa tokoh dalam cerita ini, mari kita berusaha untuk mendalami esensi dan mencoba mencari hikmah apa yang tersembunyi di dalam cerita ini. Sangat menarik ketika menyimak bagaimana seorang sufi bertemu dengan seorang pencuri. Jika saya bertemu seorang pencuri sudah pasti saya akan melaporkan ke pihak yang berwajib…hahaha, tetapi mungkin karena Hasan memiliki kepekaan spiritual sehingga dia bisa ‘melihat’ keadaan dari sisi yang berbeda. Selamat membaca dan semoga bermanfaat..

*****

Menjelaskan Tuhan

Sahabatku, bisakah kita menjelaskan Tuhan? Kalo kita melihat kembali Kitab Suci, terdapat banyak ayat-ayat yang menjelaskan tentang Tuhan, tetapi setelah diteliti lebih jauh semua penjelasan tersebut hanya sebatas pada sifat-sifatNya. Tuhan tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata karena kata-kata hanya bisa menjelaskan suatu wujud yang berada pada ruang dan waktu sedangkan Tuhan melampaui ruang dan waktu. Ini sama seperti menjelaskan bagaimana rasanya jatuh cinta atau fall in love, tidak ada kata-kata yang dapat menggambarkan “rasa” ketika kita sedang berada dalam keadaan tersebut. Tetapi “rasa” tersebut bisa kita rasakan. Sama halnya dengan Tuhan, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkanNya tetapi Ia bisa kita rasakan didalam hati kita. Hati kita adalah jembatan menujuNya.

Kumpulan Kisah Sufi Aththar An-Nisaburi

Kisah-kisah sufistik berikut ini, menurut Idries Shah, berasal dari Aththar An-Nisaburi. Ajaran-ajaran Aththar An-Nisaburi banyak disertai gambaran-gambaran biografi, fabel, pepatah dan apologi, yang tidak hanya mengandung ajaran moral tetapi kiasan-kiasan yang menggambarkan tentang tahap-tahap khusus perkembangan manusia.
Aththar menggunakan tema suatu ‘perjalanan’ atau ‘pencarian’ sebagai analogi dari tahap-tahap keberhasilan jiwa manusia dalam mencari kesempurnaan.

JAWABAN YESUS
Beberapa orang Israel mencaci Yesus suatu hari, ketika dia berjalan melintasi bagian kota mereka. Tetapi ia menjawab dengan mengulang doa atas nama mereka.
Seseorang berkata kepadanya: “Engkau berdoa untuk orang-orang ini, tidakkah engkau merasa marah kepada mereka?”
Ia menjawab: “Aku hanya dapat membelanjakan apa yang ada dalam dompetku.”

Total Pengunjung